Salah Siapa?

(Febriana)


Suatu hari bapak guru datang ke tempat murid-muridnya biasa belajar bahasa Indonesia bersamanya. Pak guru ini, sebut saja namanya Oemar Bakrie, datang sesuai jadwal yang ditentukan oleh murid-muridnya sendiri. Pak Oemar adalah seorang guru Bahasa Indonesia yang mengajar beberapa orang yang berasal dari Korea, di sebuah perusahaan di sebuah daerah di Indonesia.


Seorang ibu yang biasa menyediakan minuman bertanya kepadanya, "Bapak mengajar siapa hari ini?" 


"Pak Lee dan Ibu Ji Hyo", jawab Pak Oemar dengan ramah.


"Lho, tapi mereka tadi pergi ke luar itu Pak, kira-kira beberapa jam yang lalu", kata si ibu.


"Oh, begitu? Tidak apa-apa biar saya tunggu karena tidak ada pemberitahuan kepada saya. Terima kasih, Bu", jawab Pak Oemar.


Menit demi menit berlalu. Satu jam berlalu tanpa ada pemberitahuan apapun, baik melalui telepon genggamnya maupun secara lisan dari muridnya ataupun perusahaan tersebut. Bapak Oemar Bakrie akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Hari itu dia tidak mengajar, karena tidak ada murid yang belajar. Ya, hari itu kedua muridnya membatalkan kelas tanpa memberitahu Bapak Oemar Bakrie. Bukan hanya sekali hal ini terjadi pada Bapak Oemar. Tapi dia belum kapok juga mengajar di sini. Rupanya dia ingin belajar bagaimana orang-orang dari bangsa lain menganggap seorang guru. Sejauh mana kedudukan seorang guru di mata bangsa ini dan lainnya.


Jadi, salah siapa ya? Atau sebetulnya tidak perlu bertanya demikian?



Solo, 5 Januari 2023


Foto: koleksi pribadi 




Komentar