Tulisan ini adalah bentuk support kepada kawan-kawan di Cirebon dalam menginisiasi perhelatan Festifal Film Bahari yang pertama. Tulisan ini pernah tayang di akun IG nya.
Banyak sekali alasan di belakangnya. Ada beberapa kebenaran umum yang sudah banyak diketahui sebagian masyarakat umum, bahwa pesisir adalah sebuah pintu masuk yang pernah dikatakan, dari semesta Nusantara yang adalah sebuah rumah. Berdasar beberapa informasi yang saya dapat, bahwa luas wilayah laut Indonesia adalah 62% dari luas wilayah nasional. Hal itu sudah pasti tidak ada orang terkaget-kaget atau terheran-heran. Itu salah satu kebenaran umum, yang apabila ada yang belum tahu, mari bersama menggali informasi kebenarannya.
Satu informasi lagi, adalah bahwasannya luas wilayah pesisir Indonesia dua pertiga dari luas daratan, dan garis pantainya terpanjang kedua di dunia, setelah Kanada. Informasi tak kalah penting adalah bahwa sumber daya pesisir dan lautan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Lalu timbul pertanyaan apakah manfaat sebesarnya dapat diunduh dengan bebas dan tepat sasaran, dengan pertimbangan adil dan merata untuk masyarakat setempat di sebuah pesisir tersebut? Setidaknya sebagai pihak pertama yang notabene memelihara hidup dan kehidupan di sebuah area pesisir tersebut. Mengingat, pesisir merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam, baik yang terdapat di ruang daratan maupun ruang lautan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Itu juga saya meyakini, adalah kebenaran yang diamini oleh semua orang.
Jadi dalam tulisan ini terpapar salah satu alasan tentang "Mengapa Pesisir?". Mengapa tidak? Untuk banyak alasan. Salah satu yang pasti adalah kita harus tahu, banyak hal mengenai pesisir. Ini menyangkut semesta Nusantara, di mana saat ini kita menggali makna hidup sebagai individu merdeka di dalamnya, yang pastinya juga disadarkan untuk berbagi hidup dengan sesama makhluk dalam negara Indonesia. Senantiasa peduli dengan semua di dalamnya, dengan rajin membaca semesta Nusantara.
Inilah salah satunya alasan mengapa pesisir.
Tabik.
Rahayu Bahari.
Brian Banyu (Febriana)
Foto: Quang Nguyen vinh from pixabay.com

Komentar
Posting Komentar